POP3 dan SMTP merupakan singkatan dari dua protokol email yang banyak digunakan di Internet.
POP merupakan singkatan dari "Post Office Protocol" dan menggambarkan suatu proses yang men-download e-mail dari server ke program e-mail di client. Selain POP3, pada era 80-an, digunakan POP2 yang harus digunakan bersama dengan SMTP. Sementara, POP3 bekerja sendiri.
POP3 saat ini digeser oleh IMAP (Internet Message Access Protocol) yang lebih canggih. Sayangnya, IMAP yang sudah sampai pada versi 4.0 ini belum didukung oleh semua provider.
SMTP merupakan singkatan dari Simple Mail Transport Protocol. Protokol ini menetapkan proses pengiriman dan penerimaan e-mail dalam jaringan komputer, seperti Internet. Sebenarnya, SMTP itu sendiri berfungsi untuk mengatur lalu lintas e-mail antara berbagai server. Sementara, POP3 berfungsi untuk mengirimkan e-mail ke Client.
Kelemahan besar SMTP adalah tidak tersedianya prosedur otentifikasi sehingga setiap pengguna dapat mengirim e-mail melalui SMTP Server sebuah ISP. Akibatnya, email spam menjadi berkembang. Biasanya, ISP meminta otentifikasi melalui POP3 Server. Bila otentifikasi berhasil, pengguna tersebut dapat menggunakan SMTP Server untuk mengirim e-mail.
Untuk dapat mengirim dan menerima e-mail, e-mail Client seperti Outlook Express, harus dikonfigurasi dengan benar pada menu setting server POP3/IMAP dan server SMTP.
IPv6 [solusi IP masa depan] Part II
Menyambung materi IPv6 [solusi IP masa depan] Part I selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah perubahan mendasar IPv6 :
Perubahan yang mendasar pada IPv6 adalah perluasan ruang alamat, penyederhanaan header pada paket, plug & play, serta fungsi sekuriti. Masing-masing perbaikan itu dimaksudkan agar dapat merespon pertumbuhan Internet,meningkatkan reliability dan kemudahan pemakaian. Penjelasan lebih detail mengenai perubahan pada IPv6, adalah sebagai berikut.
Perubahan yang mendasar pada IPv6 adalah perluasan ruang alamat, penyederhanaan header pada paket, plug & play, serta fungsi sekuriti. Masing-masing perbaikan itu dimaksudkan agar dapat merespon pertumbuhan Internet,meningkatkan reliability dan kemudahan pemakaian. Penjelasan lebih detail mengenai perubahan pada IPv6, adalah sebagai berikut.
Kenali Lebih jauh Program aktif pada PC/notebook
Pada kebanyakan PC atau notebook, jumlah program yang aktif atau dikenal sebagai process pada Task Manager dapat mencapai sekitar 20 hingga 30 process. Beberapa program tersebut diantaranya ada yang menghabiskan resource sistem sehingga memperlambat PC Anda atau berisiko terhadap keamanan dan privasi Anda. Untuk mengetahui apa saja program yang sedang aktif di Windows, Anda biasanya mengandalkan kombinasi tiga tombol [Ctrl]+[Alt]+[Del] untuk menampilkan Windows Task Manager. Sayangnya, informasi yang ditampilkan Windows Task Manager hanya terbatas nama programnya sehingga Anda tidak mengetahui apakah program tersebut memang diperlukan sistem atau malahan merupakan program malware. Salah satu cara termudah untuk mengetahui informasi rinci mengenai program yang sedang berjalan di memori PC Anda adalah menggunakan add-on tambahan untuk Task Manager yang ditawarkan oleh Unible ProcessLibrary.com. Utility yang bernama ProcessQuickLink ini akan menambahkan icon pada setiap sisi kiri program dalam tab “Process” di Windows Task Manager”. Cukup dengan mengklik icon tersebut, dan menghubungkan PC Anda dengan Internet, informasi detail mengenai suatu program akan ditampilkan dalam browser default Anda.
www.processlibrary.com
sumber : majalah CHIP
www.processlibrary.com
sumber : majalah CHIP
Label:
info aktual
Mengontrol PC dari jarak jauh
Untuk dapat mengakses PC dari jarak jauh, baik melalui jaringan lokal atau Internet, biasanya digunakan program remote control. Kini, telah tersedia beberapa pilihan untuk melakukannya secara gratis tanpa harus menggunakan program komersial, seperti Norton PCAnywhere atau Radmin. Beberapa pilihan gratis tersebut di antaranya VNC, TeamViewer, LogmeIn, GoToMyPC atau Remote Desktop Connection yang terintegrasi di dalam Windows. LogmeIn atau GoToMyPC sedikit berbeda dibandingkan program remote lainnya karena merupakan solusi remote yang berbasis web yang langsung dipakai melalui browser.
Pillihan untuk melakukan remote control PC gratis bertambah lagi dengan kehadiran program Crossloop. Program remote Crossloop ditargetkan untuk semua tingkatan pengguna tanpa harus direpotkan dengan berbagai konfigurasi firewall, seperti port atau protokol jaringan. Pengguna yang ingin membuka akses PC-nya ke pengguna remote cukup meng-install program Crossloop dan langsung menjalankannya. Pengguna PC yang akan diakses dari jauh kemudian memberikan kode akses kepada pengguna remote yang ingin mengakses PC tersebut. Selanjutnya, semua urusan akses akan ditangani oleh server Crossloop.
Untuk lebih lanjut silahkan mencoba sendiri di www.crossloop.com
Pillihan untuk melakukan remote control PC gratis bertambah lagi dengan kehadiran program Crossloop. Program remote Crossloop ditargetkan untuk semua tingkatan pengguna tanpa harus direpotkan dengan berbagai konfigurasi firewall, seperti port atau protokol jaringan. Pengguna yang ingin membuka akses PC-nya ke pengguna remote cukup meng-install program Crossloop dan langsung menjalankannya. Pengguna PC yang akan diakses dari jauh kemudian memberikan kode akses kepada pengguna remote yang ingin mengakses PC tersebut. Selanjutnya, semua urusan akses akan ditangani oleh server Crossloop.
Untuk lebih lanjut silahkan mencoba sendiri di www.crossloop.com
Label:
info aktual
[Tips] Menggunakan PC di ruang yang panas
Sering sebuah PC ditempatkan dalam ruang yang cukup panas (di atas 30°C). Padahal, banyak PC yang tidak dilengkapi pendingin yang cukup baik. Kombinasi keduanya menimbulkan masalah bagi penggunanya. Kehilangan data, hang, pendeknya umur komponen, atau kerusakan, adalah akibat yang mungkin timbul bila PC Anda kepanasan. Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan agar PC Anda tetap stabil di ruang yang panas. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Label:
tips dan trik
Mengatasi Komputer Hang [error handling]
Apakah anda pernah mengalami komputer hang? Posting kali ini akan memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut!
Tekan tombol [Ctrl]+[Alt]+[Del] maka yang akan tampil adalah 'Windows Task Manager', pada tab 'Aplications' pilih program yang hang atau yang yang mengalami masalah (ditandai dengan tulisan not responding). Tekan tombol 'End Task'. Kalau ketiga tombol tersebut tidak berfungsi tekan [Ctrl]+[Esc] untuk memunculkan menu Start. Setelah itu Anda bisa men-shut down komputer Anda. Cara terakhir yaitu dengan memencet tombol restart pada casing CPU!
Cukup sekian, semoga dapat bermanfaat!
Tekan tombol [Ctrl]+[Alt]+[Del] maka yang akan tampil adalah 'Windows Task Manager', pada tab 'Aplications' pilih program yang hang atau yang yang mengalami masalah (ditandai dengan tulisan not responding). Tekan tombol 'End Task'. Kalau ketiga tombol tersebut tidak berfungsi tekan [Ctrl]+[Esc] untuk memunculkan menu Start. Setelah itu Anda bisa men-shut down komputer Anda. Cara terakhir yaitu dengan memencet tombol restart pada casing CPU!
Cukup sekian, semoga dapat bermanfaat!
Label:
error handling
IPv6 [solusi IP masa depan] Part I
Pengalokasian alamat IP yang didesain pada dua dekade lalu mampu menghubungkan jutaan komputer pada masa itu. Namun saat ini, IP tersebut harus mampu menghubungkan milyaran komputer dalam Internet. Akibatnya kebutuhan ruang alamat IP semakin meningkat dan diramalkan, di masa mendatang akan habis. Mengantisipasi masalah ini, pada pertemuan IETF tahun 1994 telah direkomendasikan penggunaan IPv6 sebagai pengembangan IPv4.
Alamat IP adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32 bit (IPv4) yang dipakai untuk mengidentifikasi node atau host pada jaringan. Semua node atau host yang terhubung ke Internet, dibedakan berdasarkan alamat IP ini sehingga tidak boleh terjadi duplikasi. Pada awalnya, alamat dengan 32 bit ini dianggap mencukupi untuk dibagikan kepada host.
Namun dengan perkembangan teknologi Internet yang luar biasa, muncul kekhawatiran pada suatu saat nanti alamat IP akan habis akibat permintaan yang besar. Jumlah ruang alamat IPv4 (panjang alamat 32 bit) yang tersedia berkisar 232 atau sekitar 4,3 x 109. Sedangkan jumlah ruang alamat IPv6 (panjang alamat 128 bit) berkisar 2128 atau sekitar 3,4 x 1038. Dengan demikian, kapasitas alokasi alamat pada IPv6 jauh lebih besar dibandingkan alamat IPv4.
(bersambung)
Sumber : majalah CHIP
Sumber : majalah CHIP
Langganan:
Postingan (Atom)


