IPv6 [solusi IP masa depan] Part II

Menyambung materi IPv6 [solusi IP masa depan] Part I  selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah perubahan mendasar IPv6 :

Perubahan yang mendasar pada IPv6 adalah perluasan ruang alamat, penyederhanaan header pada paket, plug & play, serta fungsi sekuriti. Masing-masing perbaikan itu dimaksudkan agar dapat merespon pertumbuhan Internet,meningkatkan reliability dan kemudahan pemakaian. Penjelasan lebih detail mengenai perubahan pada IPv6, adalah sebagai berikut.


Perluasan ruang alamat dari 32 bit menjadi 128 bit merupakan salah satu perubahan mendasar dari IPv6. 128 bit adalah ruang alamat yang kontinu dengan menghilangkan konsep class. Selain itu, perubahan juga dilakukan pada format penulisan alamat IP. Pada IPv4 32 bit, penulisan alamat terdiri dari 8 bit yang dipisahkan dengan titik "." serta ditulis dalam bentuk desimal, namun pada IPv6 128 bit dituliskan dalam bentuk heksadesimal yang masing-masingnya terdiri dari 16 bit dan dipisahkan dengan tanda titik dua.

Penyederhanaan format header: Beberapa kolom pada header IPv4 telah dihilangkan atau dibuat sebagai header pilihan. Hal ini diupayakan agar cost pemrosesan header menjadi kecil. Alamat awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada setiap paket. Pada header IPv4, ketika paket di pecah-pecah, ada field untuk menyimpan urutan antarpaket. Namun, field tersebut tidak terpakai apabila paket tidak terpecah.

Header pada IPv6 terbagi dua jenis, yaitu field yang dibutuhkan pada setiap paket disebut header dasar dan field yang tidak selalu diperlukan pada setiap paket disebut header ekstensi. Header dasar selalu ada pada setiap paket, sedangkan header ekstensi atau tambahan hanya jika diperlukan diselipkan antara header dasar dengan data.

Otomatisasi berbagai setting atau Stateless-less auto-configuration (plug&play) address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya, diberikan secara berurut pada host.Memang saat ini, hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), namun pada IPv4 hal tersebut merupakan fungsi tambahan saja, sebaliknya pada IPv6, fungsi untuk men-setting secara otomatis disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini terdapat dua cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.

Pada setting otomatis stateless tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya mengkonfigurasi router saja dimana host yang telah tersambung di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit, dan menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini, digunakan antara lain address MAC dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap
satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu efisiensi penggunaan address yang buruk.

Setting otomatis statefull adalah cara pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address, dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast padaIPv4.















Sumber : Majalah CHIP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Articel